SUMMARY SIM:
segmenAnggota:
Fairuzza Noor
Innaya C1C015074
Apriani Kartika
Rahayu C1C015077
Sasqia Vidiya
Nabila C1C015096
Agustin Pratiwi A P C1C015099
8.1 KERENTANAN
DAN ANCAMAN SISTEM
8.1.1 Mengapa Suatu Sistem Rentan
Saat suatu data disimpan secara virtual, data tersebut lebih rentan
terhadap berbagai jenis ancaman daripada ketika data tersebut berbentuk fisik.
Potensi untuk akses yang tidak diizinkan, ancaman, atau kecurangan, tidak terbatas
dan dapat terjadi di setiap bagian dalam jaringan. Dalam lingkungan sistem komputer
yang berlapis-lapis, kerentanan terdapat pada setiap lapisan dan dalam
komunikasi diantara lapisan tersebut.
Sistem mengalami kegagalan jika
perangkat keras rusak, tidak terpasang dengan benar, atau kerusakan akibat
penggunaan yang tidak baik atau tindakan kriminal. Kesalahan pada pemograman,
pemasangan yang tidak baik, atau perubahan yang tidak diizinkan mengakibatkan
perangkat lunak mengalami kegagalan. Masalah listrik, banjir, kebakaran, atau
bencana alam yang lain juga dapat mengganggu sistem komputer. Kerentanan ini
dapat membuat celah bagi penyerang untuk masuk ke dalam sistem.
Saat suatu sistem
mengalami error, hal ini dapat menyebabkan bahaya konstan. Sistem informasi ini nantinya dapat kehilangan
produktifitas yang tidak terhitung. Komplektisitas yang tumbuh dan ukuran
program software, yang berpasangan dengan permintaan untuk diantarkan berjangka
untuk pasar, memiliki kontribusi untuk menambah kecacatan atau kerentanan
software.
Kerjasama domestik
atau non domestik dengan perusahaan lain bisa menambahkan kerentanan sistem
jika informasi berharga berpindah dalam jaringan dan komputer yang diluar
kendali organisasi. Tanpa pengamanan yang kuat, informasi berharga dapat
hilang, rusak, atau jatuh ke tangan yang salah, mengungkapkan rahasia perdagangan
atau informasi yang menyangkut privasi.
Mudah dibawa mengakibatkan telepon
genggam, telepon pintar, dan tablet mudah hilang atau dicuri. Telepon pintar
rentan terhadap perangkat lunak berbahaya dan penyusupan dari orang asing.
Telepon pintar yang digunakan eksekutif perusahaan dapat mengandung data
sensitif seperti angka penjualan, nama pelanggan, nomor telepon, dan alamat
e-mail. Penyusup dapat mengakses data internal perusahaan melalui perangkat
ini.
8.1.1.1 Kerentanan jaringan internet
Jaringan publik yang luas lebih
rentan karena lebih terbuka ke semua orang. Internet sangat besar sehingga bila
ada ancaman terjadi, mereka dapat menyebarkan akibat yang besar. Saat internet menjadi bagian dari jaringan perusahaan,
sistem informasi organisasi menjadi lebih rentan.
Komputer yang terus-menerus
terhubung ke internet lebih terbuka terhadap pembobolan karena memakai alamat
internet yang tetap sehingga lebih mudah teridentifikasi. Jaringan telepon
berdasarkan internet lebih rentan bila tidak dijalankan diatas jaringan yang
aman. Kerentanan juga meningkat dari meluasnya penggunaan e-mail, pesan instan,
dan program peer-to-peer.
8.1.1.2 Ancaman keamanan jaringan nirkabel
Jaringan
Bluetooth dan nirkabel rentan terhadap hack dari pengintai. Walaupun jarak
jaringan nirkabel hanya beberapa ratus meter, dapat diperluas menggunakan
antenna. Jaringan LAN dapat dengan mudah ditembus oleh pengintai.
SSIDs
mengidentifikasi poin akses dalam jaringan nirkabe dan disebarkan beberapa kali
dan dapat dengan mudah dipilih oleh program milik penyelundup. Jaringan
nirkabel kebanyakan tidak memiliki proteksi terhadap war driving, dimana
pengintai mengemudi melewati suatu bengunan dan menccoba untuk mencegat lalu
lintas jaringan.
Pengintai yang
telah terasosiasi dengan poin akses menggunakan SSIDs yang benar, dapat
mengakses sumber lain dalam jaringan, menggunakan sistem operasi windows untuk
menentukan pengguna mana yang terhubung ke jaringan, mengakses hard drive
komputer mereka, kemudian membuka atau mengkopi file mereka. Penyusup juga
menggunakan informasi yang mereka kumpulkan untuk mendirikan jaringan
berbahaya.
8.1.2 Perangkat Lunak Berbahaya: Virus, Worms, Trojan Horses, dan
Spyware
Perangkat lunak berbahaya disebut
juga malware dan termasuk dalam berbagai ancaman, seperti virus komputer,
worms, dan trojan horses. Virus komputer adalah parasit pada perangkat
lunak, keberadaannya tidak diketahui users.
Kebanyakan virus memberikan “payload” yang relative, seperti instruksi untuk
menunjukkan pesan atau gambar, atau dapat merusak data, dan sebagainya. Virus
biasanya menyebar dari komputer ke komputer saat pengguna mengirim e-mail, atau
mengkopi data yang terinfeksi.
Akhir-akhir ini, virus worms banyak menjadi masalah. Worm sendiri merupakan program independen yang
mengkopi diri mereka sendiri dari satu komputer ke komputer melalui jaringan.
Tidak seperti virus, mereka dapat beroperasi sendiri tanpa menempel ke sebuah
program. Worms menghancurkan data dan mengganggu jaringan operasi komputer.
Malware yang menargetkan telepon
genggam biasanya disebar melalui e-mail, sms, Bluetooth, dan file yang diunduh.
Virus telepon genggam menghadapi ancaman serius untuk perusahaan karena banyak
perangkat yang tersambung ke sistem informasi perusahaan. Selama beberapa dekade
terakhir, worms dan virus menyebabkan kerusakan jutaan dollar terhadap
kerusakan jaringan perusahaan.
8.1.2.1 Trojan Horse
Trojan horse adalah
program perangkat lunak yang muncul dengan “jinak” namun kemudian trojan horse
melakukan sesuatu yang melebihi ekspektasi, misalnya Zeus Trojan. Trojan bukan
virus namun merupakan jalan masuk bagi virus. Penamaan Trojan horse berdasar
dari bangunan kuda kayu besar yang digunakan oleh pasukan Yunani untuk menipu
pasukan Troya supaya membukakan gerbang kotanya selama Perang Troya. Malware ini
seperti siluman, terlihat baik-baik saja. Trojan dikendalikan dari komputer
lain yang bertujuan untuk mengendalikan target seperti mempperoleh hak akses
serta memperoleh informasi korban seperti password, data, dll.
8.1.2.2 Serangan Injeksi SQL
Pada saat ini
serangan injeksi SQL adalah ancaman terbesar. Serangan ini mengambil keuntungan
dari kerentanan dalam aplikasi perangkat lunak web. Sejumlah besar aplikasi web dipercaya
memiliki kerentanan terhadap SQL, dan alat-alatnya pun tersedia bagi para hacker.SQL
injection memanfaatkan celah keamanan dalam kode sofware aplikasi web untuk
mendapatkan akses masuk ke dalam basis data sistem perusahaan dan network.
8.1.2.3
Spyware
Beberapa tipe spyware
juga berlaku sebagai malware. Program-program kecil ini meng-install diri
sendiri menggunakan aktivitas web. Banyak pengguna yang menganggap spyware
mengganggu dan berbahaya bagi privasi pengguna. Seperti keyloggers yang mencuri
data pengguna, ada pula yang memperlambat proses dengan mengambil terlalu
banyak memori komputer.
Beberapa tipe spyware
juga bertindak sebagai software yang mencurigakann. Program-program tersebut
menginstal dengan sendiri untuk diam-diam memantau aktivitas penjelajahan
pengguna web dan menyajikan iklan.
Keyloggers mencatat
setiap pencetan yang dibuat di papan keyboard oleh user untuk mencuri serial
number untuk software yang bisa menyebabkan serangan internet, memperoleh akses
ke akun email, untuk mendapat password di sistem komputer, atau untuk
mendapatkan informasi pribadi seperti nomer kartu kredit. Program
lain untuk mereset home pages browser ,
mengalihkkan permintaan pencarian, atau melambatkan perfoma dengan memakan
banyak memori.
8.1.3 Hacker dan Kejahatan Komputer
Hacker adalah orang yang berniat
untuk mendapat akses tidak disetujui ke sistem komputer. Mereka orang yang ahli
dalam melakukan proses penerobosan keamanan sistem.
Crackers orang yang msuk ke dalam sistem komputer
dengan cara meenghancurkan sistem pertahanan secara sengaja.
Kedua jenis orang inii mendapat akses
tidak disetujui dengan menggunakan kelemahan dalam perlindungan keamanan yang
dikerjakan oleh situs internet atau sistem komputer, sering kali pula
menggunakan kelebihan dari banyak fitur internet yang dapat membuat sistem
terbuka yang mudah untuk digunakan.
8.1.3.1
Spoofing dan Sniffing
Spoofing juga bisa
termasuk mengarahkan link web ke alamat yang berbeda dari suatu maksud menyamar
sebagai tujuan yang yang dimaksud.
Sniffer suatu program
yang dapat menyadap dengan cara memonitor info yang dilakukan melalui jaringan.
Apabila sah, sniffer dapat membantu menemukan masalah-masalah jaringan
potensial atau aktivitas kriminal pada jaringan, tapi kalau bertujuan kriminal,
tindakan tersebut dapat membahayakan dan sulit dideteksi.
8.1.3.2
Serangan Denial-of-Service
Hacker berulah degan
membanjiri server web dengan ribuan komunikasi salah atau permintaan layanan
untuk menabrak jaringan. Distribusi denial-of-service (DdoS) menyerang dengan
menggunnakan banyak komputer untuk merendam dan membanjiri jaringan dari
berbagai titik peluncuran. Mereka sering menyebabkan website menjadi mati, dan
membuatnya tidak mumungkinkan user yang sah mengakses situs tersebut.
8.1.3.3
Hackers Membuat Botnets
Botnets adalah
jaringan komputer pribadi yang trinfeksi software mencurigakan dan dikontrol
sebagai grup tanpa pengetahuan si pengguna.
Hackers menginfeksi komputer orang
lain dengan malware bot yang membuka pintu yang penyerang bisa memberi
insruksi. Komputer yang terinfeksi lalu menjadi budak atau zombie yang memakan
bawaan komputer orang lain. Setelah hackers menginfeksi ccukup banyak komputer,
dia akan menggunakan bonets menjadi sumber daya untuk melakukan serangan DDos
attacks, phishing campaigns, or unsolicited “spam” e-mail
8.1.3.4
Computer Crime
Mencuri aset komputer
yanng digunakan untuk membuat perdagangan cepat yang menggoda di pasar
keuangan. Software yanng dibeli goldman yang memiliki profit jutaan dollar per
tahun di tangan yang salah dapat dimanipulasi pasar keuangannya dengan berbagai
cara curang.
8.1.3.5
Pencurian Identitas
Pencurian
identitas merupakan kejahatan dimana para penipu memiki potongan kunci dari
informasi personal seperti keamanan sosial nomer identifikasi, nomer lisensi
mengemudi, ataua nomer kartu kredit, merchandise, atau servis atas nama korban
atau menyediakan pencuri kredensial palsu.
Taktik berbentuk spoofing yang terus
bertambah popular dikenal dengan nama phising. Phishing termasuk dalam
menyeting web sites palsu atau mengirim email atau pesan teks yang menyerupai
bisnis resmiuntuk meminta data pribadi
rahasia pengguna.
Teknik phishing baru yang dikenal
sebagai evil twins dan pharming lebih susah untuk diidentifikasi. Evil twins
adalah network wireless yang mengaku penyedia koneksi wi-fi yang terpercaya ke
internet, biasanya di tempat tunnggu bandara, hotel, atau kafe. Jaringan palsu
ini terlihat identik dengan jaringan yang sah. Para
penipu mencoba untuk mendapatkan password ataua nomor kartu kredit tanpa
disadari pengguna yang masuk ke jaringan. Sedangakan pharming adalah
mengarahkan pengguna pada web page palsu, bahkan ketika orang mengetik alamat
web page yang benar ke browsernya.
8.1.3.6
Click Fraud
Ketika
individu atau program komputer secara curang mengklik pada iklan online tanpa
bermaksud belajar lebih tentang pengiklanan atau membuat pembelian.
8.1.3.7
Global Threats: Cyberterrorism and
Cyberwarfare
Aktifitas cybercrime adalah melakukan
penggunaan malware, serangan denial-of-service, dan menjajaki phishing.
Cyberattack mungkin menarget software yang menjalankan jaringan listrik, sistem
kontrol lalu lintas udara, atau jaringan dari sebagian bank dan institusi keuangan.
8.1.4 Bahaya Internal:
Pekerjaan
Pengguna dengan
pengetahuan terbatas adalah penyebab dari ranting keamanan jaringan. Banyak
pekerja melupakan password mereka yang digunakan untuk mengakses sistem
komputer atau membolehkan rekan kerja untuk menggunakan itu, yang merupakan
kompromi sistem. Penyerang berbahaya yang mencari akses sistem kadang
mengelabuhi pekerja untuk mengungkapkan password mereka dengan berpura-pura
menjadi member sah perusahaan yang membutuhkan informasi. Praktek ini dinamakan
sosial engineering.
8.1.5 Kerentanan Perangkat Lunak
Masalah utama
dengan software adalah adanya bug tersembunyi atau cacat kode program. Studi
menunjukkan bahwa mustakhil secara virtual
mengeliminasi seluruh bug dari program besar. Sumber utama dari bug adalah
kompleksitas dari kode pembuatan keputusan.
Untuk mengoreksi cacat software mereka mengidentifikasi, penjual software
membuat potongan kecil dari software yang disebut patches untuk memperbaiki
cacat tanpa megganggu operasi software yang benar.
8.2 NILAI
BISNIS DARI KERENTANAN DAN KONTROL
Organisasi dapat dianggap bertanggung jawab atas risiko
dan kerugian yang tidak perlu yang dibuat jika organisasi tersebut gagal
mengambil tindakan protektif yang tepat untuk mencegah hilangnya informasi
rahasia, korupsi data, atau pelanggaran privasi.
Keamanan dan kontrol yang tidak memadahi menyebabkann
pertanggungjawaban hukum serius. Bisnis
harus dilindungi tidak hanya informasi aset mereka tapi juga kostumer, pekerja,
dan patner bisnis mereka.
Suatu organisasi dapat bertanggung jawab atas resiko dan
kerugian yang perlu dibuat dan membuat bahaya jika organisasi gagal untuk
mengambil aksi protektif untuk menghindari kerugian dari nformasi rahasia,
korupsi data, atau pelanggaran privasi.
8.2.1 Prasyarat Hukum dan Regulasi untuk Manajemen Pencatatan
Eelektronik dan Forensik Komputer
Forensik
komputer adalah pengumpulan, pemeriksaan, otentikasi, pelestarian, dan analisis
data yang tersimpan atau diambil dari media penyimpanan komputer sedemikian
rupa sehingga informasi tersebut dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan. Ini
berkaitan dengan masalah berikut:
·
Mengembalikan data dari komputer ketika
menjaga keutuhan integritas.
·
Mengamankan penyimpanan dan menangani data
elektronik yang dipulihkan
·
Menemukan informasi signifikan dalam
jumlah besar data elektronik
·
Mempresentasikan informasi ke pengadilan.
Bukti elektronik
mungkin berada pada media penyimpanan komputer dalam bentuk file komputer dan
data ambien, yang tidak terlihat oleh pengguna biasa.
8.3
MEMBANGUN KERANGKA KEAMANAN DAN PENGENDALIAN KONTROL SISTEM INFORMASI
Kontrol yang dilakukan pada suatu sistem informasi
ditujukan agar sistem yang telah dibuat dapat mencapai tujuan yang di tetapkan,
dapat dilakukan secara manual maupun otomatis yang terdiri dari Kontrol Umum (General Control) dan Kontrol Aplikasi (Application
Control). Kontrol Umum mengatur kemanan dan penggunaan program maupun file
yang terdapat dalam suatu organisasi secara keseluruhan, contohnya kontrol
terhadap software, kontrol kemanaan
data, kontrol hardware secara fisik
dan yang lainnya.
Kontrol Aplikasi merupakan kontrol yang lebih spesifik
terhadap suatu aplikasi tertentu, sehingga suatu kontrol aplikasi yang satu
berbeda dengan yang lainnya. Kontrol aplikasi dapat
diklasifikasikan menjadi:
1.) Kontrol
Input, dimana data yang akan masuk untuk di proses di lihat ketepatan maupun
kelengkapannya.
2.) Kontrol
Proses, memastikan bahwa semua data yang tadi di input sudah di proses
3.) Kontrol
Output, memastikan ketepatan hasil pemrosesan data dan pendistribusian hasil
tersebut.
8.3.1 Perkiraan
Resiko
Perkiraan risiko
membantu sebuah perusahaan untuk mengetahui aset mana yang mereka milik yang
memiliki risiko dan kerentanan tertinggi, mendeteksi potensi masalah, aset mana
yang membutuhkan perlindungan, agar perusahaan tersebut dapat seefektif mungkin
dalam menerapkan keamanan dan kontrol sistem informasinya. Perkiraan risiko
menentukan level risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan apabila suatu
aktivitas atau proses tidak terkontrol dengan baik, sehingga perusahaan dapat
memahami risiko apa saja yang akan mereka hadapi ketika melakukan suatu
kegiatan. Setelah risiko telah diperkirakan maka konsentrasi lebih akan
ditujukan pada aset yang memiliki tingkat kerentanan dan potensi kerugian yang
terbesar, perusahaan harus memformulasikan cara-cara untuk meminimalkan risiko.
8.3.2 Kebijakan
Keamanan
Untuk melindungi aset
yang rentan risiko maka perusahaan perlu mengembangkan kebijakan keamanan (Security Policy) yang terdiri atas
laporan peringkat risiko informasi, mengidentifikasi tujuan kemanan yang dapat
diterima, dan mengidentifikasi mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut.
Kebijakan penggunaan yang diterima (Acceptable
Use Policy) berisi tentang kebijakan penggunaan peralatan perusahaan,
sumber infomasi, yang diizinkan perusahaan. Didalam kebijakan perusahaan
terdapan managemen identitas (Identitiy
Management) yang digunakan untuk mengenali siapa saja yang memiliki akses
terhadap suatu software dan bagian sistem mana saja yang bisa mereka akses,
terdapat pula tanggung jawab pengguna dan juga privasi.
8.3.3 Perencanaan Pemulihan Bencana dan Perencanaan Bisnis
Kontinuitas
Ketika suatu bisnis dimulai orang tersebut harus siap akan segala kemungkinan baik itu meningkatnya
suku bunga sampai bencana alam. Perencanaan pemulihan bencana berisikan rencana
untuk memastikan bahwa sistem terus berjalan dengan memulihkan kembali
komputerisasi dan komunikasi yang terganggu.
Perencanaan
bisnis kontinuitas atau perencanaan keberlangsungan bisnis mengidentifikasi
proses bisnis yang kritis dan menentukan langkah apa yang harus diambil ketika
sistem tidak berfungsi agar perusahaan dapat kembali mengoperasikan bisnisnya
setelah bencana. Manajer perlu melakukan analisis dampak bisnis untuk
menentukan sistem mana yang paling krusial bagi bisnis mereka, seberapa lama
mereka dapat bertahan dengan sistem yang tidak berfungsi, dampak dari tidak
berfungsinya sistem, maupun sistem apa yang pertama kali harus dipulihkan. Hal
ini sangat penting bagi perusahaan karena apabila perusahaan tidak menyiapkan perencanaan
yang baik maka bisa saja satu kejadian menghentikan seluruh bisnis mereka.
8.3.4 Peran
Auditing
MIS Audit
digunakan untuk mengetahui apakah pengendalian sistem informasi yang diterapkan
dalam suatu perusahaan sudah efektif atau belum, dengan meneliti lingkungan
kemananan perusahaan secara keseluruhan. Audit dapat dilakukan dengan mencoba
sistem yang ada, memeriksa kualitas data, mesimulasikan serangan, dan yang
lainnya. Setelah itu audit akan memeringkat kelemahan dan dampaknya pada
keuangan dan organisasi,
8.4
TEKNOLOGI DAN ALAT UNTUK MELINDUNGI SUMBER INFORMASI MANAJEMEN IDENTITAS DAN
OTENTIKASI
Dalam suatu perusahaan pasti terapat berbagai macam orang
yang mengakses sistem yang ada. Software manajemen identitas digunakan untuk
melacak semua orang yang mengakses sistem, memberikan identitas digital
sehingga pengguna dapat mengakses sistem sesuai dengan hak mereka, digunakan
untuk otentikasi pengguna dan melindungi identitas pengguna. Otentikasi (Authentication) merujuk pada kemampuan
untuk mengetahui benar atau tidak seseorang itu dengan yang mereka klaim.
Alat yang dapat digunakan untuk otentikasi antara lainnya
adalah password yang hanya diketahui oleh pengguna, token (mirip dengan kartu
identitas dengan ukuran kecil yang digunakan untuk membuktikan identitas
pengguna), smart card (mirip kartu kredit dimana didalamnya terdapat chip yang
digunakan untuk otentikasi), maupun biometrik otentikasi (mengenali seseorang
dengan ciri biologisnya seperti pengenal suara, sidik jari, dan lainnya).
8.4.1 Firewall, Intrusion Detection Systems
dan Software Antivirus
8.4.1.1 Firewall
Firewall adalah kombinasi dari
hardware dan software yang mengontrol aliran masuk dan keluarnya jaringan
sebagai suatu gatekeeper yang mencegah diaksesnya jaringan dari pengguna yang
tidak sah. Untuk membuat firewall yang bagus administrator harus memperinci
aturan mengenai identifikasi pengguna agar dapat mencegah penetrasi oleh pihak
luar.
8.4.1.2 Intrusion Detection System
Intrusion Detection System adalah
suatu sistem yang setiap saat memonitor sistem pada titik-titik yang rentan
dimana kemungkinan terjadi penetrasi oleh pihak luar. Intrusion Detection
System akan menscanning sistem perusahaan dan mencari situasi mencurigakan dan
akan menyalakan peringatan jika menemukannya.
8.4.1.3 Antivirus dan Antispyware
Software
Software antivirus adalah perangkat
lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi dan menghapus virus komputer
dari sistem komputer apabila virus tersebut sudah diketahui oleh antivirus.
8.4.1.4 Unified Threat Management
Systems
Unified Threat Management System
adalah sistem kamanan yang mengkombinasikan beberapa fitur keamanan sekaligus
dengan manajemen yang terpusat. Fitur kemananannya seperti, firewalls, virtual
private networks, intrusion detection systems, dan yang lainnya yang dikontrol
oleh pusat.
8.4.2 Pengamanan Jaringan Nirkabel
WEP (Wired Equvialent Privacy)
menyediakan keamanan bagi pengguna WiFi. Hal ini membuat Wi-Fi kita lebih aman
digunakan tanpa perlu takut terjadinya tindakan hack. Namun semakin majunya teknologi standar keamanan, WEP tidak
aman lagi karena sangat mudah ditembus. Banyak cara yang lain di banding
menggunakan WEP, antara lain dengan menggunakan teknologi tambahan seperti VPN.
8.4.3 Enkripsi dan Kunci
Infrastruktur Publik
Semakin berkembangnya teknologi
komputer, banyak perusahaan menggunakan enkripsi untuk melindungi seluruh
informasi digital yang mereka miliki. Data enkripsi menggunakan sandi keamanan
agar sistem sulit ditembus. Ada
dua metode enkripsi jaringan, yaitu metode SSL (Secure Socket Layer) dan S-HTTP
(Secure-Hypertext Transfer Protocol). Secure Sockets Layer (SSL) dapat
mengamankan komunikasi antar komputer satu dengan lainya selama di web,
sedangkan Secure Hypertext Transfer Protocol (S-HTTP) memiliki fungsi keamanan yang
lebih kuat dan berfungsi mengenkripsi data dari Internet dengan terbatas.
Dalam melakukan enkripsi terdapat dua
metode key yang digunakan dalam mengubah informasi yaitu symmetric key encryption dan public
key encryption. Metode symmetric key
encryption menggunakan key yang sama untuk melakukan proses deksripsi dan
enkripsi, sedangkan dalam metode public
key encryption menggunakan kunci yang dekripsi dan enkripsi yang
berbeda-beda.
8.4.4 Menjaga Ketersediaan Sistem
Ketersediaan sistem sangat penting
karena mempengaruhi kegiatan operasi perusahaan, untuk itu dibutuhkan sistem
komputer fault-tolerant. Sistem
komputer fault tolerant menhindari
gangguan yang terjadi pada komputer saat melakukan proses. Selain itu, perlu
juga diimbangi dengan high-availability
computing untuk meminimalkan downtime
pada sistem.
8.4.4.1 Mengontrol Lalu
Lintas Jaringan: Inspeksi Paket Mendalam
Inspeksi
Paket Mendalam (Deep Packet Inspection—DPI)
adalah teknologi berfungsi untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan lalu
lintas jaringan setiap saat. DPI terdapat pada router, dengan DPI ini kita
dapat membatasi jumlah lalu lintas jaringan tertentu yang tidak diinginkan.
8.4.4.2 Pengalihan
Keamanan
Fungsi
keamanan data yang dimiliki oleh perusahaan dapat dialihkan melalui managed security providers (MSSPs) dalam
pengawasan aktivitas jaringan.
8.4.5 Isu
Keamanan untuk Cloud Computing dan Mobile Digital Platform
8.4.5.1 Keamanan pada Cloud Computing
Banyak
masalah yang terjadi dalam cloud
computing seperti keamanan. Kita wajib mengetahui bagaimana penyedia cloud jika terjadi masalah apakah data
tersebut dapat dipulihkan atau tidak dan data yang miliki terjamin keamanannya.
8.4.5.2
Keamanan pada Platforms Mobile
Paltform moblie
yang melakukan banyak akses sistem perlu dijaga keamanannya seperti komputer.
Banyak sistem perusahaan dilakukan dalam
platform mobile. Penginstalan software
anti virus dan penggunaan sandi sangatlah penting bagi platform mobile agar sistem mereka aman dari gangguan.
8.4.6 Menjaga
Kualitas Software
Software
dapat membantu kinerja suatu sistem. Pengujian juga penting dapat meningkatkan
kualitas sistem dan mengetahui kesalahan yang dilakukan oleh software tersebut.
Pengujian dilakukan saat software
pertama kali akan digunakan. Jika terjadi error
saat pengujian segera lakukan debugging untuk
mengatasinya.
Komentar
Posting Komentar